Lawang Sewu: Mantan Ikon Mistis Kota Semarang

 

(Dok. Jurnalisindonesia)


Kabari Indonesia - Saat berkunjung ke Semarang, jangan lupa berburu bandeng presto dan lumpia, baik untuk dinikmati langsung ataupun untuk dijadikan oleh-oleh. Nah, jangan lupa juga untuk mengunjungi tempat-tempat menarik di Semarang, salah satunya Lawang Sewu.
Menurut keterangan Adi, salah satu tour guide di Lawang Sewu, gedung ini dibangun pada tahun 1904 yang digunakan sebagai kantor perusahaan kereta api pada zaman penjajahan Belanda, NIS (Nederlandsch - Indische Spoorweg Maatschappij). Kemudian sempat mengalami beberapa kali alih fungsi hingga kini  dijadikan tempat wisata.
Jika dilihat dari usianya, tak bisa dipungkiri jika kesan horror hinggap di pikiran masyarakat. Kesan horror semakin kuat setelah maraknya acara uji nyali di ruang bawah tanah Lawang Sewu.
Pada tahun 2010, pihak PT. KAI menggelontorkan sejumlah dana untuk merenovasi Gedung Lawang Sewu. Predikat ‘Bangunan Terangker’ yang melekat pada Lawang Sewu pun berangsur memudar.
Adi menjelaskan bahwa dulu jumlah pengunjung Lawang Sewu tidak seramai beberapa tahun ini. Adi menambambahkan jika dulu banyak orang yang datang ke Lawang Sewu malam hari untuk uji nyali, “kayak gitu kan yo ngerepotin ya hahaha, malam-malam kita ikut jaga. Terus akhirnya si ruang bawah tanah itu ditutup, tidak boleh ada yang masuk situ.”
Saat ini, Gedung Lawang Sewu kembali megah sama seperti saat pertama dibangun. Bentuk arsitektur kuno khas Belanda pada Lawang Sewu kini menjadi spot foto andalan para pengunjung. Bangunan 'seribu pintu' ini juga kerap dijadikan sebagai tempat foto pre wedding sebab bernuansa romantis.

Dok. bridestory

Untuk bisa masuk dan mengelilingi Lawang Sewu, pengunjung hanya perlu mengeluarkan dana sebesar Rp10.000,00 untuk orang dewasa dan Rp5.000,00 untuk anak-anak dan pelajar (dengan menunjukkan kartu pelajar).

Menurut Lia, salah satu pengunjung Lawang Sewu, bangunan ini bisa dinikmati luar dalam, “kalau lagi di sekitar Tugu Muda, lewat sini, cuma motret-motret luarnya aja sudah bagus. Tapi kalau mau explore sejarahnya ya main ke dalemnya juga.” 

Di masa pandemi ini, Lawang Sewu tetap buka dengan menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, pengecekan suhu tubuh, dan menjaga jarak. Jam operasionalnya pun masih tetap, yakni dari pukul 07.00 hingga 21.00 WIB.

Kalau masih dengar cerita horror dari Lawang Sewu, datang dan buktikan saja sendiri. Alih-alih dapat foto setan, malah dapat foto keren nan instagramable



Lawang Sewu: Mantan Ikon Mistis Kota Semarang Lawang Sewu: Mantan Ikon Mistis Kota Semarang Reviewed by Kabari.id on April 17, 2022 Rating: 5

No comments

Travel everywhere!